PN Surabaya Kabulkan Gugatan Pelanggaran Hak Atas Merek Malang Post

Alhaidarylawfirm – Harian Malang Post di bawah PT. Malang Pos Cemerlang, yang sudah terbit selama 23 tahun, memenangkan gugatan atas New Malang Pos yang baru diterbitkan 1 tahun yang lalu di bawah PT. Malang Pos Siber.

Gugatan itu dikabulkan dalam sidang majelis Pengadilan Negeri Surabaya yang dipimping hakim Khusaini, SH., MH. pada Rabu, 6 Oktober 2021.

Dengan demikian, New Malang Pos dilarang meniru merek yang pada intinya mengandung unsur Malang Post karena itu sudah 23 tahun digunakan secara resmi oleh PT Malang Pos Cemerlang.

PT Malang Pos Cemerlang mengakui ada kerugian secara materiil yang diderita akibat adanya merek serupa itu, tapi dikarenakan hitungannya kurang detail jadi dianggap kurang mampu membuktikan.

Penasihat Hukum PT. Malang Pos Cemerlang, M.S. Alhaidary, SH.,MH. mengatakan Majelis Hakim telah mengabulkan 7 petitum dari 11 petitum.

“ Sejak adanya putusan ini, pihak tergugat tidak diperbolehkan mengedarkan Koran dengan memakai nama Malang Post atau Malang Pos.” tegas Haidary kepada wartawan usai sidang putusan, Rabu, 6 Oktober 2021.

Selain dilarang menerbitkan, mengedarkan dan menjual harian dengan memakai nama Malang Pos, tergugat juga dilarang menggunakan istilah “Asli Korane Arek Malang.”

“ Materi gugatan yang pada pokoknya karena adanya persamaan dengan merek Malang Post,” jelas Haidary.

Dalam Sidang Putusan, majelis hakim menjelaskan bahwa penggugat sebagai pendaftar pertama dan pemilik sah nama Malang Post yang terfdaftar di Dirjen Haki Nomor. IDM000291084 dan telah diperpanjang sampai tanggal 27 September 2031.

Majelis Hakim memberikan waktu 15 hari untuk tergugat menggunakan haknya untuk kasasi.

Gugatan pelanggaran merek ini berawal dari mundurnya sebagian besar karyawan Malang Post pada bulang Juni 2020.

Sebulan kemudian, Karyawan eks Malang Post menerbitkan harian New Malang Pos yang diterbitkan PT. Malang Pos Siber dan berkantor di Jalan Jembawan, Sawojajar 2, Kecamatan Pakis, Kabupaten Malang.

Terbitnya New Malang Pos oleh manajemen baru Malang Post di bawah kendali Imawan Mashuri sebagai pemilik 74 persen saham Malang Post merasa sangat dirugikan.

Selain adanya penyebutan yang hampir serupa dengan Malang Post, manajemen baru juga kehilangan data penggan, daftar agen, hutang-piutang perusahaan, data iklan, keuangan dan program yang terkoneksi di computer.

Menurutnya, yang sangat mengganggu adalah beredarnya kabar bahwa Malang Post sudah tidak terbit. Sedangkan gantinya adalah New Malang Pos yang oleh hakim Pengadilan Negeri Surabaya dinyatakan melanggar hak merek.

Sementara itu, terkait kasus ini, Direktur PT Malang Pos Siber Heri Santoso mengaku masih menunggu salinan putusan dari PN Niaga Surabaya. “Setelah itu baru kita putuskan, langkah apa yang akan kita ambil atas putusan PN Niaga Surabaya.” Katanya.

Sumber Berita:

https://duta.co/pn-menangkan-gugatan-merek-malang-post